Perusahaan pelayaran China, Sea Legend, mulai membuka jalur pengiriman barang melintasi kawasan Arktik menuju Eropa. Rute pelayaran baru yang dinamakan "Jalur Sutra Es" ini menghubungkan Ningbo di pesisir timur China dengan pelabuhan Felixstowe di Inggris, melewati Lingkar Arktik melalui Northern Sea Route (NSR) milik Rusia hingga ke Laut Utara.
Keunggulan utama dari rute ini terletak pada efisiensi waktu tempuh. Dalam uji coba yang dilakukan pada bulan Oktober, Sea Legend mencatat waktu perjalanan hanya sekitar 20 hari. Angka ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan rute melewati Terusan Suez yang memakan waktu sekitar 40 hari, ataupun jalur memutari Tanjung Harapan yang memerlukan waktu hingga 50 hari. Chief Operating Officer Sea Legend, Li Xiaobin, menyatakan bahwa rute baru ini sangat cocok untuk kargo yang sensitif terhadap panas dan memiliki tenggat waktu ketat, seperti baterai litium-ion dan produk fotovoltaik.
Meskipun menawarkan efisiensi waktu yang signifikan, jalur ini belum dapat menjadi pengganti permanen Terusan Suez karena ketergantungan yang tinggi pada kondisi es di Arktik. Dylan Loh, profesor madya Kebijakan Publik dan Urusan Global di Nanyang Technological University, Singapura, menjelaskan bahwa rute Arktik lebih tepat dipandang sebagai pelengkap musiman bagi jalur pelayaran utama.
Perayaan HUT ke-81 RI di SCBD Weekland Dorong Jamu dan UMKM Lokal

Kondisi pencairan es turut memengaruhi aksesibilitas jalur ini. Studi dari peneliti University of Southampton yang diterbitkan pada bulan Juli menunjukkan bahwa luas es laut Arktik pada puncak musim dingin periode Februari-Maret 2024-2025 turun sebesar 5,8 persen. Angka tersebut menjadi penurunan terbesar yang pernah tercatat dalam periode tersebut.
Selain faktor alam, kondisi geopolitik juga membayangi pengoperasian Jalur Sutra Es. Rute ini melewati wilayah NSR yang dikendalikan oleh Rusia, dengan izin pelayaran yang diterbitkan oleh Northern Sea Route Administration di bawah Rosatom. Menurut analis senior Asia Timur Laut dari International Crisis Group, William Yang, kontrol Rusia atas jalur ini dapat menimbulkan risiko politik bagi negara-negara lain. Di sisi lain, ia menilai peningkatan aktivitas China di NSR berpotensi memperkuat pijakan Beijing di kawasan Arktik.
Bahlil Lahadalia Buka IIGCE 2026, Dorong Percepatan Pembangkit Listrik Panas Bumi

Dampak strategis dari rute baru ini juga disoroti oleh Alejandro Reyes, profesor tambahan di University of Hong Kong. Reyes menilai bahwa aktivitas pelayaran rutin dapat membawa dimensi ekonomi baru bagi kehadiran China di Arktik, sekaligus memperbesar persaingan antara Beijing-Moskow dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Kehadiran Jalur Sutra Es ini menjadi rute alternatif di samping jalur konvensional seperti Selat Hormuz yang merupakan rute utama ekspor minyak dan LNG dari kawasan Teluk, serta Bab al-Mandeb sebagai pintu masuk ke Laut Merah yang terhubung dengan Terusan Suez.






