Pertumbuhan laba industri di China melambat ke laju terlemahnya sepanjang tahun ini pada bulan Juli. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS), laba industri hanya berekspansi 11,2 persen secara tahunan, mempertegas hilangnya momentum pada sektor manufaktur negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Secara kumulatif sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, total laba industri mencatatkan kenaikan 17,6 persen secara tahunan. Capaian periode Januari hingga Juli tersebut melandai jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada paruh pertama yang sempat menyentuh angka 18,7 persen.
Perlambatan performa industri ini terjadi beriringan dengan melemahnya indikator ekonomi makro lainnya. Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua tercatat melambat ke level terlemah dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekspor riil merosot ke level 5,5 persen pada Juli setelah sempat mencapai 11,6 persen pada Juni, sementara inflasi tingkat pabrik melambat ke posisi 3,5 persen yang merupakan level terendah dalam tiga bulan.
Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Jurang Kontras antar-Sektor
Di balik perlambatan keseluruhan, kinerja antar-sektor menunjukkan ketimpangan yang tajam. Sektor manufaktur maju dan teknologi bernilai tambah tinggi masih memperlihatkan daya tahan yang solid. Industri sirkuit terpadu mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 18,5 persen secara tahunan sepanjang Januari鈥揓uli, menyumbang lebih dari 80 persen dari total laba di sektor elektronik. Selain itu, laba manufaktur serat optik melesat lebih dari lima kali lipat.
Kinerja positif juga dibukukan oleh produsen bahan baku yang mencatat kenaikan laba 55,2 persen secara tahunan hingga akhir Juli. Di sisi lain, industri pengolahan minyak bumi berhasil membalikkan posisi menjadi untung selama periode tujuh bulan tersebut, terdorong oleh gangguan pasokan di Timur Tengah yang mengerek harga produk kimia hilir.
Sebaliknya, tekanan berat menghantam sektor-sektor yang terpapar langsung oleh pelemahan pasar domestik dan konstruksi. Ekonom Economist Intelligence Unit (EIU), Tianchen Xu, menilai bahwa pelemahan laba industri terutama diseret oleh kejatuhan investasi di sektor properti dan infrastruktur, sebagaimana tecermin dari memburuknya laba produsen baja dan semen.
Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Tekanan pada sektor konsumen juga kian nyata. Laba manufaktur furnitur anjlok hingga 58,2 persen pada tujuh bulan pertama tahun ini, memburuk dibandingkan penurunan 52,7 persen yang tercatat hingga Juni.
Antisipasi Kebijakan Fiskal
Melihat pelemahan yang kian meluas di sektor industri dan permintaan riil, pasar kini mengarahkan perhatian pada respons kebijakan pemerintah. Ekonom Julius Baer, Sophie Altermatt, memproyeksikan otoritas China akan mempercepat pengerahan sumber daya fiskal yang telah dialokasikan selama beberapa bulan ke depan, dengan opsi langkah pelonggaran lanjutan apabila laju pertumbuhan terus mengalami koreksi.






