Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Olahraga

Fakta di Balik Dugaan Pengaturan Skor Piala Dunia 2026 dan Respons FIFA

Wahyu SuryaniDiterbitkan 26 Jul 2026 - 22.36 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fakta di Balik Dugaan Pengaturan Skor Piala Dunia 2026 dan Respons FIFA
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 memunculkan perdebatan terkait integritas turnamen setelah adanya laporan pemantauan dari lembaga independen. Group of Copenhagen, sebuah jaringan internasional di bawah naungan Macolin Convention milik Dewan Eropa, merilis tujuh peringatan berstatus Yellow Notices atau tingkat kewaspadaan meningkat. Peringatan ini menandakan adanya indikator tak lazim selama kompetisi berlangsung. Sebaliknya, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) melalui Integrity Task Force memberikan kesimpulan yang bertolak belakang dengan menegaskan bahwa tidak ada indikasi manipulasi dari total 104 pertandingan yang digelar.

Dalam menjalankan tugasnya mencegah dan mendeteksi manipulasi kompetisi olahraga, Group of Copenhagen menghimpun platform nasional dari berbagai negara. Selama Piala Dunia 2026, organisasi ini bekerja sama dengan 14 platform nasional yang mewakili keanggotaan dari 45 lebih negara. Tim pemantau secara khusus menelusuri pergerakan pasar taruhan, penghentian pasar, informasi intelijen dari sumber terbuka, hingga aktivitas media sosial. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, mereka turut mengawasi situs taruhan modern seperti Polymarket dan Kalshi.

Meski laporan lengkap Dewan Eropa belum dipublikasikan, rincian dokumen tersebut bocor ke publik melalui The Athletic. Berdasarkan publikasi tersebut, beberapa insiden spesifik memicu diterbitkannya Yellow Notices. Salah satu sorotan utama adalah kartu merah yang diterima gelandang Afrika Selatan, Themba Zwane, pada menit ke-84 dalam laga pembuka melawan Meksiko. Kejanggalan lain terdeteksi di platform Polymarket yang menerima aliran dana transaksi sekitar 4,8 juta dolar AS untuk prediksi bahwa Spanyol tidak akan mampu mengalahkan Cape Verde pada fase grup. Laga tersebut pada akhirnya memang berkesudahan dengan hasil imbang tanpa gol.

Baca Juga

Rusia Tutup Konsulat Jerman Terkait Insiden Drone di Leipzig

Rusia Tutup Konsulat Jerman Terkait Insiden Drone di Leipzig

Laporan yang sama juga menyoroti intervensi Video Assistant Referee (VAR) saat menganulir gol pemain Spanyol, Ferran Torres, dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi karena proses peninjauan memakan waktu hingga tiga setengah menit. Kasus lain yang tidak kalah memicu tanda tanya melibatkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Polymarket secara khusus membuka pasar taruhan pada 2 Juli 2026 mengenai peluang Balogun bermain melawan Belgia. Taruhan ini muncul tepat pada hari sang pemain menerima kartu merah di babak 32 besar saat melawan Bosnia Herzegovina. FIFA baru menangguhkan hukuman tersebut pada 5 Juli, yang memungkinkan Balogun tetap tampil. Kecurigaan makin menguat karena platform tersebut tidak membuka pasar serupa untuk 14 pemain lain yang juga mendapat kartu merah sepanjang turnamen, sehingga Group of Copenhagen meminta penjelasan tertulis dari FIFA.

Menanggapi berbagai temuan yang beredar, FIFA segera mempublikasikan hasil pemantauan internal mereka. Melalui Integrity Task Force, badan sepak bola dunia itu memantau 104 pertandingan secara waktu nyata, baik dari sisi jalannya laga maupun aktivitas taruhan. Satuan tugas ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai entitas hukum dan olahraga internasional, termasuk FBI, INTERPOL, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Sportradar, International Betting Integrity Association (IBIA), hingga Genius Sports. Senior Integrity Manager FIFA, Liam Rich, menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak menemukan aktivitas taruhan mencurigakan yang mengarah pada pengaturan skor. Rich juga memastikan kolaborasi pemantauan serupa akan terus dilanjutkan pada turnamen mendatang, termasuk Piala Dunia Wanita 2027.

Baca Juga

Sekda Cilacap Alokasikan THR untuk Kasat Reskrim & Kasi Kejari

Sekda Cilacap Alokasikan THR untuk Kasat Reskrim & Kasi Kejari

Perbedaan pandangan ini pada akhirnya bermuara pada interpretasi data pasar taruhan. Pakar industri judi, Christian Kalb, menjelaskan bahwa anomali pergerakan odds tidak bisa secara otomatis disimpulkan sebagai bukti sah manipulasi pertandingan. Fluktuasi tersebut sering kali dipicu oleh tingginya volume taruhan pada satu hasil tertentu atau sekadar strategi perusahaan dalam mengelola risiko. Oleh karena itu, tujuh Yellow Notices dari Group of Copenhagen sejatinya berfungsi sebagai indikator risiko awal yang menuntut pemeriksaan lebih lanjut, bukan sebuah vonis akhir bahwa praktik pengaturan skor benar-benar terjadi di Piala Dunia 2026.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Piala Dunia 2026Pengaturan SkorFIFAGroup of CopenhagenIntegritas Olahraga

Berita Terbaru Lainnya

KPK Buru Keterangan Stafsus Menhut soal Pengembalian Amplop Bupati KuansingKortas Tipidkor Ungkap Hasil Monitoring Program Kopdes Merah PutihHarga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak JuliApi Kebakaran Lahan Menjalar ke TPA Galuga, Lebih 42 Ha TerbakarPolisi Ungkap Alasan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Lewat Jalur UdaraSaksi Korupsi Lombok Barat Tak Hadir akibat Debu Vulkanik Anak KrakatauKebakaran di TPA Galuga Belum Padam Usai 3 Hari, Ini KendalanyaBerita Duka, Akademisi dan Penulis Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap