Berita Viral Terkini

Fenomena Pemain Diaspora Hijrah ke Liga Indonesia Bukan Tanda Penurunan Karier

Yolanda TobanPublished 26 Jul 2026 - 02.300 Reads
Bagikan WhatsAppX
Fenomena Pemain Diaspora Hijrah ke Liga Indonesia Bukan Tanda Penurunan Karier
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Keputusan para pemain diaspora untuk melanjutkan karier di sepak bola tanah air sempat memicu beragam reaksi publik. Ketika Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen dipastikan berkostum Persib Bandung menjelang bergulirnya Super League musim 2026/2027, fenomena kepindahan pemain keturunan ini makin terasa masif. Selama kurun waktu satu musim, terdapat sekitar 12 penggawa berdarah Indonesia yang semula merumput di luar negeri memilih beralih ke liga domestik, mulai dari nama senior seperti Jordi Amat dan Thom Haye, hingga pemain muda seperti Jens Raven dan Eliano Reijnders.

Di mata sebagian pecinta sepak bola, fenomena ini sempat dianggap sebagai tanda penurunan karier karena para pemain meninggalkan kompetisi luar negeri yang dinilai lebih kompetitif. Namun, sudut pandang profesional menunjukkan ada perhitungan strategis di balik langkah tersebut. Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai kepindahan ini sebagai hal yang wajar demi menjaga menit bermain. Menurutnya, bangku cadangan di Eropa dapat menggerus performa, sedangkan kompetisi lokal menawarkan panggung rutin untuk mempertahankan ritme bertanding. Bagi pemain muda seperti Jens Raven, liga domestik menjadi batu loncatan berharga, sementara bagi figur berpengalaman seperti Thom Haye, kompetisi ini menjaga kondisi fisik tetap prima.

Also Read

OJK Tegaskan Tanggung Jawab Kredivo dan KreditFazz Terkait Kasus Debt Collector di Purworejo

Daya tarik kompetisi nasional pun makin kuat seiring peningkatan performa klub-klub Indonesia di level regional. Berdasarkan AFC Men's Club Competitions Ranking 2025/2026, peringkat Indonesia berhasil melonjak lima tangga dari posisi ke-25 menuju peringkat ke-20 Asia. Capaian ini tidak lepas dari keberhasilan Persib Bandung menembus babak 16 besar AFC Champions League Two serta kiprah Dewa United yang melangkah hingga perempat final AFC Challenge League. Perkembangan positif ini turut mengamankan dua jatah tampil di kompetisi AFC musim 2027/2028. Thom Haye secara terbuka mengapresiasi kemajuan ini dan menyatakan antusiasmenya untuk menjadi bagian dari proses transformasi sepak bola tanah air.

Dari sudut pandang tim nasional, gelombang kedatangan pemain diaspora ini justru mendatangkan keuntungan taktik. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai bahwa bertanding secara reguler di liga lokal membantu para pemain keturunan beradaptasi dengan kondisi iklim tropis yang ekstrem. Cuaca panas dan kelembapan udara di Indonesia sering kali menjadi tantangan bagi pemain yang terbiasa di Eropa. Dengan beriklim di kompetisi domestik, para pemain dapat membangun kesiapan fisik serta toleransi cuaca yang lebih baik, yang pada akhirnya memperkuat kedalaman skuad Garuda.

Also Read

Ujian Skuad Baru Thailand di Markas Laos pada Laga Pembuka Piala AFF 2026

Pergeseran peta kekuatan ini terlihat jelas dalam komposisi skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 yang diumumkan pada Jumat (24/7). Dari daftar tersebut, hanya ada tiga nama yang berstatus pemain abroad, yaitu Justin Hubner (Fortuna Sittard), Marselino Ferdinan (Oxford United), dan Mitchell Baker (Georgetown Hoyas). Sebagian besar tumpuan tim kini diisi oleh pemain diaspora yang telah berkompetisi di dalam negeri, seperti Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Shayne Pattynama, hingga Ivar Jenner. Kombinasi unik ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk mengakhiri dahaga gelar di ajang regional tersebut sejak pertama kali digelar pada 1996.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca