Rancangan teknologi mitigasi longsor berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) membawa Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan meraih juara pertama dalam ajang Innovation Harvest: Good Mining Practice Case Competition 2026. Melalui inovasi bertajuk SIGAP TAMBANG, tim tersebut menawarkan sistem prediksi dan kendali otomatis untuk meminimalkan risiko bahaya pada dinding lereng tambang (highwall) batu bara terbuka.
Kompetisi tingkat nasional yang digelar oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA serta Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia ini menantang mahasiswa merumuskan solusi atas berbagai tantangan industri tambang, dengan fokus studi kasus di Kalimantan Selatan.
Dalam babak akhir penilaian, posisi juara kedua ditempati oleh Miners 24 dari Universitas Tanjungpura. Tim ini mengusung sistem CARBON-HAUL yang memadukan AI dan GIS untuk mendeteksi serta memprioritaskan pemeliharaan jalan angkut tambang demi mendongkrak efisiensi bahan bakar dan menekan emisi karbon. Sementara itu, gelar juara ketiga diraih oleh CIRCL dari Universitas Padjadjaran dengan konsep pemberdayaan kelompok kompos berbasis ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar wilayah operasi pertambangan.
BGN Bakal Gunakan Gedung Telkom, Danantara Jelaskan Skema Optimalisasi Aset dan Kepatuhan Regulasi

Inisiatif ini merupakan bagian dari agenda ESDM Goes to Campus 2026 untuk subsektor mineral dan batu bara yang berhasil menjaring lebih dari 140 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi. Tiga bidang utama yang menjadi fokus kompetisi meliputi optimalisasi praktik penambangan yang baik (good mining practice) di area operasional, pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang, hingga program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Dari seleksi proposal yang ketat, enam tim finalis yang berkompetisi di babak akhir berasal dari Politeknik Negeri Balikpapan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Muria Kudus, Universitas Tanjungpura, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, dan Universitas Padjadjaran.
Danantara Siapkan KDKMP Jadi Saluran Distribusi Subsidi Pemerintah

Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Ditjen Minerba, Anggita Miftah Hairani, menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang agar mahasiswa dapat memahami problematika industri pertambangan secara riil sekaligus mengasah kemampuan menghadirkan jalan keluar yang aplikatif. Selaras dengan itu, Penyelidik Bumi Ahli Muda di BBPMB tekMIRA, Agus Wahyudi, menekankan harapannya agar gagasan yang telah lahir dari ajang ini tidak berhenti sebatas kompetisi, melainkan dapat terus dikembangkan menuju fase penerapan nyata di lapangan.
Seluruh rangkaian program ini dijadwalkan berakhir pada perhelatan Puncak ESDM Goes to Campus 2026 subsektor Minerba yang diselenggarakan pada 31 Agustus 2026 di Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan.






