Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan buka suara terkait tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan di Pulau Kalimantan, khususnya di wilayah provinsi yang ia pimpin. Peristiwa karhutla ini menjadi perhatian serius menyusul meluasnya titik panas atau hotspot yang memicu kekhawatiran masyarakat terhadap penurunan kualitas udara dan ancaman kabut asap. Melalui unggahan di akun media sosial Instagram miliknya, Ria Norsan membagikan foto poster peta Pulau Kalimantan yang tampak dipenuhi sebaran titik panas dengan tulisan Pray for Kalimantan sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut.
Dalam keterangannya, Ria Norsan menjelaskan bahwa bencana karhutla yang terjadi saat ini tidak lepas dari kondisi kemarau panjang serta pengaruh fenomena El Ni帽o. Kendati kondisi alam mempercepat potensi kebakaran, ia menegaskan bahwa dirinya tidak menutup mata terhadap faktor ulah manusia di lapangan. Menurutnya, karhutla tersebut juga dipengaruhi secara nyata oleh tindakan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Andre Rosiade Pastikan Jembatan Kayu Gadang Sikabu Segera Dibangun Kembali dengan Anggaran Rp 47,5 Miliar

Menyikapi situasi tersebut, Gubernur Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk mengambil peran nyata melalui langkah-langkah pencegahan bersama. Warga diminta untuk segera menghentikan praktik pembakaran lahan dan bersikap proaktif dengan segera melaporkan indikasi kemunculan titik api kepada pihak berwenang. Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi diri dari bahaya dan dampak buruk kabut asap. Di samping memberikan imbauan, Ria Norsan turut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada seluruh personel tim gabungan di lapangan yang terus bekerja keras siang dan malam demi memadamkan titik api.
Langkah penanganan di tingkat nasional turut diperkuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang menerbitkan instruksi mendesak kepada enam gubernur di wilayah Sumatra dan Kalimantan guna memperketat penanganan karhutla. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan fokus perlindungan keselamatan masyarakat dalam surat pernyataan bertajuk Merespons Penurunan Kualitas Udara dan Ancaman Karhutla di Musim Kemarau 2026 yang diterima di Jakarta pada Jumat (21/8). Perlindungan keselamatan publik tersebut difokuskan di enam provinsi yang meliputi Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terkait dengan penyebab terjadinya karhutla di wilayah Kalimantan. Temuan nama-nama terduga pelaku tersebut didapatkan berdasarkan hasil penyelidikan dan investigasi mendalam terkait rentetan insiden karhutla beberapa waktu terakhir. Di samping memproses aspek penegakan hukum, Kapolri juga telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk terus aktif melakukan upaya pemadaman pada area hutan yang telah terbakar.






