Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang menguat secara signifikan pada akhir sesi perdagangan hari Kamis, 30 Juli 2026. Indeks utama pasar modal Indonesia tersebut berhasil menutup perdagangan dengan pencapaian positif yang didorong oleh tingginya aksi beli oleh para pelaku pasar. Sepanjang sesi perdagangan berlangsung, tekanan beli terpantau cukup kuat sehingga mampu menopang pergerakan indeks untuk terus berada di zona hijau. Keberhasilan IHSG dalam mempertahankan tren positif ini menjadi catatan penting dalam pergerakan pasar saham pada hari perdagangan tersebut.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, pergerakan positif IHSG sudah mulai terlihat sejak awal sesi. Pada saat bel pembukaan perdagangan dibunyikan, indeks langsung dibuka pada level 6.110,28. Angka pembukaan ini sudah menunjukkan posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya. Sepanjang hari, IHSG bergerak secara aktif dan konsisten dalam rentang perdagangan yang cukup lebar. Indeks tercatat menyentuh titik terendah hariannya pada level 6.106,55. Namun, tekanan beli yang berlanjut hingga akhir sesi berhasil mendorong IHSG terus merangkak naik hingga mencapai titik tertinggi harian di level 6.186,36, yang sekaligus menjadi posisi penutupan pada hari perdagangan tersebut.
Posisi penutupan IHSG di level 6.186,36 tersebut mencerminkan lonjakan yang cukup substansial. Jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.091,39, indeks saham utama Indonesia ini mencatatkan kenaikan sebesar 94,97 poin. Secara persentase, penguatan yang dibukukan oleh IHSG mencapai 1,56 persen. Penutupan indeks tepat pada level tertinggi hariannya ini memberikan indikasi secara teknikal bahwa dorongan beli dari investor masih sangat dominan dan bertahan kuat hingga menjelang penutupan transaksi di pasar modal.
KAI Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung hingga 9 Oktober

Penguatan signifikan yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan pada hari ini juga sejalan dengan dominasi saham-saham yang bergerak di zona hijau. Rincian pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari lima ratus saham mengalami kenaikan harga. Secara spesifik, tercatat sebanyak 511 saham berhasil menguat pada akhir perdagangan. Sementara itu, jumlah saham yang mengalami koreksi atau pelemahan harga jauh lebih sedikit, yakni hanya sebanyak 171 saham. Di luar saham-saham yang menguat dan melemah tersebut, terdapat 281 saham yang ditutup pada posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Selain mencatatkan penguatan poin dan persentase yang solid, aktivitas transaksi di lantai bursa juga menunjukkan angka yang masif. Secara keseluruhan, nilai transaksi yang berputar di seluruh pasar pada perdagangan hari Kamis mencapai Rp12,43 triliun. Tingginya nilai transaksi ini melibatkan volume perdagangan yang mencapai 25,37 miliar lembar saham. Seluruh volume saham tersebut berpindah tangan melalui frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 1,729 juta kali. Seiring dengan kenaikan harga mayoritas saham dan lonjakan indeks, total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia juga ikut terkerek naik dan tercatat mencapai sekitar Rp10.812 triliun pada akhir sesi perdagangan.
INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

Laju positif Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang perdagangan hari ini tidak terlepas dari kontribusi solid emiten-emiten di sektor perbankan. Saham-saham perbankan tercatat menjadi motor penggerak atau penopang utama apresiasi indeks. Berdasarkan data perdagangan, saham BBCA mencatatkan kenaikan harga sebesar 2,79 persen. Penguatan serupa juga dibukukan oleh saham BBNI yang naik sebesar 2,6 persen. Selanjutnya, saham BBRI turut mengalami apresiasi dengan kenaikan sebesar 2,4 persen. Melengkapi jajaran saham perbankan yang menghijau, saham BMRI juga menguat sebesar 1,71 persen, yang secara akumulatif memberikan dorongan kuat bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau hingga perdagangan ditutup.






