Berita Viral Terkini

Investasi Emas Digital di Indonesia Meroket hingga Ratusan Triliun Rupiah

Marthen PalutunganPublished 26 Jul 2026 - 20.020 Reads
Bagikan WhatsAppX
Investasi Emas Digital di Indonesia Meroket hingga Ratusan Triliun Rupiah
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi emas kini tengah mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan. Jika dahulu emas identik dengan logam mulia fisik yang disimpan rapat-rapat di dalam lemari atau brankas rumah, kini instrumen investasi tersebut telah bertransformasi sepenuhnya ke ranah digital. Perubahan perilaku investasi ini tercermin nyata dari lonjakan luar biasa pada transaksi pasar fisik emas digital yang difasilitasi oleh Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) sepanjang paruh pertama tahun 2026. Kemudahan akses dan kepraktisan menjadi daya tarik utama bagi para investor modern.

Berdasarkan laporan kinerja terbaru, volume perdagangan emas digital sepanjang semester I 2026 melesat hingga 338 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Secara akumulatif, volume transaksi berhasil menembus angka 66.372.367 gram, sebuah peningkatan yang sangat masif dari posisi 15.149.074 gram pada tahun sebelumnya. Dari sisi nilai transaksi, pertumbuhannya bahkan jauh lebih fantastis lagi dengan mencatatkan kenaikan sebesar 601 persen. Nilai transaksi yang pada paruh pertama tahun lalu hanya berada di angka Rp 24,6 triliun, kini meroket tajam hingga menyentuh Rp 172,7 triliun.

Also Read

Keberanian Melepas Pekerjaan yang Mengantar Pujo Pramono Menjadi Direktur Anak Usaha BUMN

Plt Direktur Utama ICDX, Nursalam, mengungkapkan bahwa lonjakan angka transaksi ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin memercayai emas digital sebagai alternatif investasi yang menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, ICDX berkomitmen untuk terus mengedepankan transparansi, independensi perdagangan, serta menjalankan program literasi secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk enam pedagang emas digital yang saat ini menjadi anggota bursa resmi, yaitu Indogold, Treasury, Laku Emas, ShariaCoin, Brankas LM milik Antam, dan Pluang.

Kredibilitas perdagangan emas digital di tanah air juga semakin diperkuat dengan langkah strategis ICDX yang bergabung ke dalam Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Asosiasi ini dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion nasional yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui standardisasi serta kolaborasi lintas sektor. Selain ICDX, IBMA didukung oleh institusi besar lainnya seperti PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Brinks Solutions Indonesia, serta beberapa pelaku industri perhiasan seperti PT Central Mega Kencana dan PT Hartadinata Abadi Tbk.

Also Read

LiuGong Bangun Pabrik Alat Berat Ramah Lingkungan Bernilai Triliunan Rupiah di Karawang

Sementara itu, dari sudut pandang pelaku usaha, Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI), Anang Samsudin, menjelaskan bahwa tingginya volatilitas harga komoditas global dan pemahaman finansial masyarakat yang kian matang menjadi motor penggerak utama tren ini. Emas digital kini bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan instrumen penting untuk diversifikasi portofolio dan perencanaan keuangan jangka panjang. PPEDI juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keamanan nasabah dengan memastikan bahwa setiap transaksi emas digital didukung penuh oleh ketersediaan emas fisik nyata dengan rasio satu banding satu sebagai aset dasar (underlying asset).

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca