Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Hingga tanggal 9 Agustus 2026, program CKG tercatat telah melayani sebanyak 78,05 juta orang secara nasional. Angka pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar dari data sebelumnya pada bulan Juli 2026, di mana Kemenkes mencatat telah melayani sebanyak 59,5 juta peserta program Cek Kesehatan Gratis.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa CKG tidak hanya menjadi program skrining terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia. Layanan kesehatan ini diselenggarakan secara luas dan masif dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di daerah-daerah. Secara operasional, layanan CKG ini tersedia di sebanyak 10.292 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan 134.677 sekolah. Cakupan dari program skrining massal ini juga sangat luas, meliputi seluruh 514 kabupaten/kota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Layanan CKG dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita dan anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, hingga kelompok usia dewasa dan lanjut usia (lansia).
Melalui pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis ini, ditemukan berbagai kondisi kesehatan yang bervariasi berdasarkan kelompok usia peserta. Pada kelompok bayi baru lahir, beberapa temuan kesehatan yang teridentifikasi antara lain adalah berat badan lahir rendah serta adanya risiko penyakit jantung bawaan. Sementara itu, pada kelompok anak-anak, masalah gigi karies menjadi salah satu temuan penyakit yang paling banyak dilaporkan. Di sisi lain, pemeriksaan pada kelompok orang dewasa menunjukkan adanya temuan seperti kurangnya aktivitas fisik, obesitas sentral, hipertensi, hingga kondisi pre-diabetes. Bagi kelompok lansia, temuan kesehatan yang didapatkan meliputi kurangnya aktivitas fisik, obesitas sentral, gangguan mobilitas, serta kehilangan gigi. Secara umum, data pemeriksaan menunjukkan bahwa hampir 50 persen orang dewasa dan lansia di Indonesia terdeteksi kurang melakukan aktivitas fisik.
Upaya Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Menjadi Wirausaha Berkualitas

Tingkat partisipasi masyarakat di tingkat daerah juga terus menunjukkan perkembangan yang positif dalam pelaksanaan program ini. Sebagai contoh, di Kota Pekanbaru, partisipasi warga dalam mengikuti program CKG hingga tanggal 29 Juli 2026 telah mencapai angka 177.081 jiwa, atau setara dengan 17,44 persen dari total populasi setempat. Di samping pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis ini, Kementerian Kesehatan juga terus memperkuat strategi penanggulangan penyakit tuberkulosis (Tb). Langkah penanggulangan penyakit Tb ini dilakukan melalui deteksi dini, penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat, serta perluasan akses terhadap layanan kesehatan yang berbasis masyarakat.
Pemerintah terus berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung sektor kesehatan nasional secara keseluruhan. Pada tahun 2025, belanja kesehatan di Indonesia diperkirakan akan mencapai kisaran Rp660 triliun. Jumlah estimasi belanja kesehatan tersebut merepresentasikan kenaikan sekitar 5 persen jika dibandingkan dengan anggaran belanja kesehatan pada tahun sebelumnya.
Pemerintah Revitalisasi 5.000 Sekolah dan Siapkan Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026

Di luar perkembangan sektor kesehatan publik dan pelaksanaan program CKG tersebut, terdapat pula laporan mengenai aspek keselamatan transportasi laut di tanah air. Tercatat bahwa dalam kurun waktu 10 hari, telah terjadi sebanyak dua kali peristiwa kebakaran yang menimpa kapal penumpang.






