Malam akhir pekan yang tenang bagi sebagian besar warga Jakarta Utara berubah menjadi ketegangan bagi puluhan petugas pemadam kebakaran. Mereka harus berjuang ekstra keras melawan kobaran api yang melalap dua bangunan gudang di kawasan Rorotan, Cilincing. Perjuangan melelahkan ini berlangsung selama lebih dari delapan jam, menembus dinginnya malam hingga menjelang pagi hari demi memastikan area tersebut benar-benar aman dari ancaman api.
Peristiwa kebakaran ini melanda kawasan pergudangan yang terletak di Jalan Komplek Kawasan Nomor F17, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing. Dua unit gudang yang hangus terbakar diketahui merupakan milik Hendrik Saputra. Gudang pertama, yang dikelola oleh PT Inova Nusantara, digunakan sebagai tempat penyimpanan mesin pompa air. Sementara itu, gudang kedua yang berada di bawah pengelolaan PT Sahabat berfungsi untuk menyimpan mesin generator set atau genset. Tumpukan mesin dan material di dalam gudang membuat api dengan cepat menjalar dan melahap area seluas 250 meter persegi.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Operasi pemadaman secara resmi dimulai pada Jumat malam pukul 19.03 WIB. Petugas di lapangan bergerak taktis untuk melokalisir perambatan api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar kompleks tersebut.
Putri Ariani dan Pesona Kebaya Satukan Semangat Inklusi di Hari Anak Nasional

Upaya awal petugas membuahkan hasil yang cukup cepat ketika api utama berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.02 WIB. Kendati demikian, padamnya kobaran api besar bukan berarti tugas mereka selesai. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada proses pendinginan yang memakan waktu sangat lama. Petugas harus menyisir setiap sudut reruntuhan bangunan untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Proses pendinginan yang melelahkan ini terus berlanjut hingga melewati tengah malam. Gatot Sulaeman menjelaskan bahwa ketelitian sangat dibutuhkan dalam fase ini karena material logam dan mesin yang terbakar menyimpan panas dalam waktu lama. Setelah melalui perjuangan panjang selama berjam-jam, petugas akhirnya menyatakan api benar-benar padam sepenuhnya pada Sabtu dini hari pukul 03.37 WIB.
Kepungan Asap Karhutla Picu Lonjakan Kasus ISPA di Banjarbaru

Untuk menjinakkan si jago merah di Rorotan ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian, didukung oleh sedikitnya 85 personel yang bekerja tanpa lelah secara bergantian. Berkat kesigapan puluhan personel tersebut, situasi akhirnya dapat dikendalikan sepenuhnya pada Sabtu pagi tanpa adanya laporan korban jiwa, meskipun kerugian materiil akibat kerusakan mesin pompa dan genset diperkirakan cukup besar.






