Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Keberlanjutan dan Hilirisasi Menjadi Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia

Wahyu SuryaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Keberlanjutan dan Hilirisasi Menjadi Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara tegas menyatakan bahwa masa depan industri kelapa sawit di Indonesia akan sangat ditentukan oleh tingkat keberhasilan dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Saat ini, perbincangan mengenai industri kelapa sawit nasional tidak lagi hanya terbatas pada isu-isu seputar tingkat produksi dan volume ekspor semata. Pemenuhan berbagai aspek keberlanjutan dinilai telah menjadi sebuah syarat mutlak agar komoditas andalan nasional tersebut tetap memiliki daya saing yang kuat di kancah global. Pengelolaan yang komprehensif sangat dibutuhkan mengingat besarnya peran sektor perkebunan ini bagi negara.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Penegasan mengenai pentingnya prinsip keberlanjutan tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, Umum, dan Kepatuhan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim. Hal itu ia kemukakan saat membuka sebuah acara diskusi yang membahas mengenai industri sawit berkelanjutan. Kegiatan diskusi tersebut diselenggarakan di Hotel Mercure, Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Zaid memberikan penjelasan mendalam bahwa sektor kelapa sawit merupakan sebuah industri yang memiliki dimensi sangat luas dan kompleks.

Menurut penjelasan Zaid Burhan Ibrahim, sektor kelapa sawit nasional memiliki berbagai dimensi penting yang mencakup aspek ekonomi, kehidupan sosial, ketahanan energi, pelestarian lingkungan hidup, hingga konstelasi geopolitik. Oleh karena itu, sektor ini membutuhkan sistem pengelolaan yang benar-benar berkelanjutan dari hulu hingga ke hilir. "Keberlanjutan bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan agar industri sawit Indonesia tetap mampu bersaing dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Zaid dalam forum diskusi yang digelar di Pangkalan Bun tersebut.

Untuk menjaga agar komoditas kelapa sawit nasional tetap kompetitif di tengah persaingan pasar global, terdapat beberapa kunci utama yang harus dipenuhi oleh seluruh pemangku kepentingan. Langkah-langkah strategis tersebut meliputi upaya peningkatan produktivitas lahan perkebunan, penguatan program hilirisasi produk, serta pemenuhan aspek lingkungan dan tata kelola yang baik secara menyeluruh. Dari berbagai langkah tersebut, penguatan hilirisasi menjadi salah satu bagian yang paling esensial dalam mewujudkan cita-cita industri sawit yang berkelanjutan di masa depan.

Baca Juga

Penerapan Etika Bisnis PT Freeport Indonesia dalam Mendukung Produksi Berkelanjutan

Penerapan Etika Bisnis PT Freeport Indonesia dalam Mendukung Produksi Berkelanjutan

Perkembangan hilirisasi kelapa sawit di wilayah Indonesia saat ini telah menunjukkan hasil yang sangat positif dan signifikan. Berdasarkan data terkini, lebih dari 80 persen total ekspor kelapa sawit Indonesia kini telah dikirim dalam bentuk produk-produk hilir. Pencapaian persentase ekspor produk hilir yang sangat tinggi ini dinilai mampu menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi roda perekonomian nasional secara keseluruhan, dibandingkan jika negara hanya mengekspor bahan mentah kelapa sawit.

Upaya penguatan hilirisasi industri kelapa sawit ini juga dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari pihak pemerintah, khususnya melalui pemberian berbagai fasilitas kepabeanan. Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Yetty Yulianty, memberikan penjelasan bahwa institusi pemerintah terus berupaya mendukung proses hilirisasi industri sawit nasional secara konsisten. Salah satu bentuk dukungan nyata dari pemerintah tersebut diwujudkan melalui kebijakan pemberian fasilitas Kawasan Berikat bagi para pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Kebijakan pemberian fasilitas Kawasan Berikat ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing industri pengolahan di dalam negeri. Pada saat yang bersamaan, kebijakan ini juga dirancang untuk mendorong peningkatan volume ekspor untuk produk-produk kelapa sawit yang memiliki nilai tambah tinggi. Namun demikian, Yetty Yulianty menegaskan bahwa fasilitas dari pemerintah ini diberikan secara selektif dan terarah sesuai dengan tujuan utamanya.

Baca Juga

Praktik Mafia Beras Terbongkar, Kerugian Negara dan Konsumen Tembus Rp98 Triliun

Praktik Mafia Beras Terbongkar, Kerugian Negara dan Konsumen Tembus Rp98 Triliun

Fasilitas Kawasan Berikat tersebut tidak diberikan kepada seluruh tingkatan perusahaan di dalam rantai pasok industri kelapa sawit. "Kami memberikan fasilitas terutama untuk perusahaan antara dan hilir. Kalau perusahaan pabrik hulu, kami tidak memberikan fasilitas karena tujuan kami adalah untuk hilirisasi," ujar Yetty, seperti dikutip pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Pernyataan ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mendorong terciptanya produk turunan kelapa sawit.

Bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor antara dan sektor hilir yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat, pemerintah memberikan sejumlah kemudahan fiskal yang sangat menguntungkan. Barang-barang yang masuk ke dalam wilayah Kawasan Berikat tersebut akan memperoleh penangguhan bea masuk serta pembebasan pungutan cukai. Selain itu, barang-barang tersebut juga tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI), serta dibebaskan dari pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM), selama seluruh barang tersebut digunakan secara langsung untuk kegiatan produksi.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bea CukaihilirisasiKelapa SawitBPDPKawasan BerikatKeberlanjutan

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Pemprov DKI Atasi Pemotongan Dana Bagi Hasil Rp 15 Triliun Melalui Pembiayaan AlternatifIstana Tepis Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Awal Agustus 2026Marak OTT Kepala Daerah, Tito Karnavian Ungkap Arahan Presiden PrabowoKronologi dan Motif Ibu Buang Jasad Bayi di Pondok Aren Tangerang SelatanKPK Tahan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asuransi Jasindo, Kerugian Negara Capai Rp 15,6 MiliarBerenang Bersama Teman, Remaja 14 Tahun Tenggelam di Aliran Sungai Ciliwung JagakarsaKejagung Tetapkan Nurman Herin Sebagai Tersangka Baru Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie AdriansyahPenerapan Etika Bisnis PT Freeport Indonesia dalam Mendukung Produksi Berkelanjutan

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap