Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Kemenperin Ungkap Penyebab PHK Pabrik Garmen Victory Apparel dan PT Samwon di Jawa Tengah

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemenperin Ungkap Penyebab PHK Pabrik Garmen Victory Apparel dan PT Samwon di Jawa Tengah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap penyebab utama terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua pabrik garmen yang berlokasi di wilayah Jawa Tengah, yaitu Victory Apparel dan PT Samwon. Berdasarkan hasil peninjauan langsung yang dilakukan oleh pihak kementerian ke lapangan, keputusan pengurangan tenaga kerja tersebut dipastikan bukan dipicu oleh serbuan barang impor yang belakangan masuk ke pasar dalam negeri. Faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya PHK di kedua pabrik tersebut adalah adanya penurunan pesanan

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
ekspor
secara signifikan dari para pelanggan bisnis mereka.

Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, menjelaskan bahwa kedua perusahaan garmen tersebut, baik Victory Apparel maupun PT Samwon, merupakan industri yang beroperasi di dalam kawasan berikat. Karakteristik operasional di kawasan berikat ini membuat seluruh orientasi produksi dari kedua pabrik tersebut ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor di luar negeri. Dengan demikian, kelangsungan aktivitas produksi mereka sangat bergantung pada permintaan dari pasar internasional.

Rizky Aditya Wijaya menegaskan bahwa penurunan pesanan business to business (B2B) yang dialami oleh kedua perusahaan tersebut merupakan penyebab utama dilakukannya pemutusan hubungan kerja. Ia memaparkan bahwa kondisi ini murni merupakan masalah internal yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan dalam mengelola permintaan dari mitra bisnis mereka. Masalah ini sama sekali tidak berkaitan dengan faktor eksternal lain seperti lonjakan impor barang sejenis ke pasar Indonesia. Hal tersebut juga menepis anggapan bahwa produk impor mematikan industri garmen berorientasi ekspor tersebut.

Baca Juga

Danantara dan BUMN Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta

Danantara dan BUMN Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah Meikarta

Guna meminimalisasi dampak dari pemutusan hubungan kerja tersebut, Kemenperin telah merancang sejumlah langkah mitigasi bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan. Kemenperin akan mengupayakan agar para tenaga kerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja ini dapat segera diserap oleh berbagai investasi baru yang saat ini sedang berkembang di wilayah Jawa Tengah. Pada tahun 2026 ini, Jawa Tengah tercatat masih menerima banyak investasi baru, baik yang bergerak di sektor industri garmen maupun di sektor industri alas kaki. Kehadiran berbagai perusahaan baru di area sekitar diharapkan membuka peluang penyerapan kembali tenaga kerja secara optimal.

Di samping melakukan langkah mitigasi bagi para pekerja, Kemenperin juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pemantauan terhadap kondisi industri manufaktur secara menyeluruh. Langkah penguatan sistem pemantauan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi penutupan fasilitas produksi lainnya di masa mendatang. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat pemantauan terhadap kondisi industri agar penurunan utilisasi tidak berujung pada penutupan pabrik secara permanen.

Baca Juga

Perluas Sinergi Sektor Pendidikan, Bank bjb Jalin Kerja Sama Dana Pensiun dengan Universitas Al-Ma'soem

Perluas Sinergi Sektor Pendidikan, Bank bjb Jalin Kerja Sama Dana Pensiun dengan Universitas Al-Ma'soem

Dalam menjalankan fungsi pengawasan tersebut, Kemenperin mengandalkan instrumen Indeks Kepercayaan Industri (IKI). Melalui instrumen ini, kementerian memantau kondisi perkembangan setiap subsektor industri secara bulanan. Apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya subsektor tertentu yang mengalami kontraksi secara terus-menerus dan dalam tingkat yang cukup dalam, maka subsektor tersebut akan langsung mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk segera dicarikan jalan keluarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pemantauan tersebut, Kemenperin secara aktif menjalin koordinasi dengan para pelaku industri guna mengidentifikasi akar persoalan yang tengah dihadapi oleh sektor manufaktur. Proses koordinasi ini dilakukan untuk memetakan berbagai hambatan operasional, mulai dari kendala pasokan bahan baku, masalah pembiayaan usaha, hingga kendala dalam akses ke pasar ekspor. Melalui identifikasi masalah yang komprehensif ini, pemerintah berharap dapat menjaga keberlangsungan produksi industri serta memberikan solusi yang tepat bagi perusahaan yang mengalami kesulitan operasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasieksporPHKJawa TengahKemenperinGarmen

Berita Terbaru Lainnya

Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Pelanggaran KUHAP dalam Penahanan Febrie AdriansyahIstana Respons Putusan MK Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Sektor PendidikanViral Perempuan Diduga Pakai Pin Hamil Palsu demi Duduk di Kursi Prioritas KRLDanantara dan BUMN Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi di Lahan Hibah MeikartaPerluas Sinergi Sektor Pendidikan, Bank bjb Jalin Kerja Sama Dana Pensiun dengan Universitas Al-Ma'soemCasemiro Resmi Bergabung dengan Inter Miami demi Bermain Bersama Lionel MessiIHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Sektor Barang Konsumen Primer Pimpin KenaikanBulog Perkuat Kolaborasi untuk Pastikan Penyerapan Tebu Petani Blora

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap