Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan komitmennya untuk melakukan sejumlah perubahan mendasar di wilayah yang dipimpinnya. Pria yang kerap disapa dengan panggilan akrab Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini menyampaikan komitmen tersebut secara langsung saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa. Rapat tersebut digelar khusus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat pada hari Rabu, 19 Agustus 2026. Acara seremonial ini dilaksanakan dengan khidmat di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Dalam kesempatan sambutan tersebut, Kang Dedi Mulyadi secara terbuka menyampaikan permohonan izin kepada seluruh pihak yang hadir. Ia meminta izin untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar di lingkungan pemerintahan. Perubahan mendasar tersebut ditujukan untuk membangun profesionalisme kerja aparatur pemerintah. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk membangun postur pemerintahan yang memiliki keberpihakan yang kuat kepada masyarakat Jawa Barat, sehingga program-program yang dijalankan dapat langsung menyentuh kebutuhan warga.
Komitmen perubahan yang diusung oleh KDM ini didasari oleh realitas tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh Provinsi Jawa Barat. Sebagai provinsi yang otonom dengan cakupan wilayah yang luas, Jawa Barat saat ini terdiri dari 27 kabupaten dan kota yang tersebar di berbagai wilayah. KDM secara khusus menyoroti beberapa persoalan mendesak yang memerlukan penanganan serius, di antaranya adalah tantangan di sektor pendidikan, masalah pelayanan kesehatan, disparitas atau kesenjangan ekonomi, hingga adanya tekanan fiskal yang menjadi beban daerah saat ini.
Cara Evaluasi Anggaran Mengorkestrasi Pembangunan di Jawa Barat

Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan yang cukup berat, Jawa Barat dinilai memiliki modal yang sangat kuat untuk bangkit dan berkembang. Provinsi Jawa Barat memiliki berbagai potensi besar yang tersebar di seluruh wilayahnya. Potensi-potensi tersebut meliputi sektor energi, pertanian, kelautan, geotermal, hingga pembangkit listrik tenaga air dan surya. Selain itu, Jawa Barat juga didukung oleh sektor industri manufaktur yang kuat, yang diharapkan dapat dikelola secara optimal demi kemakmuran masyarakat di 27 kabupaten dan kota tersebut.
Guna menjawab tantangan tersebut dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada, Kang Dedi Mulyadi menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan di tingkat provinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), para bupati, wali kota, hingga jajaran Forkopimda untuk saling bersinergi. Lebih lanjut, KDM juga mengajak keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat Jawa Barat, bahkan hingga ke tingkat yang paling bawah, yaitu di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), untuk bersama-sama berkolaborasi membangun Jawa Barat.
Di Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari Serat

Dalam pidato peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Barat tersebut, KDM juga menyampaikan pernyataan yang penuh kerendahan hati. Ia menyatakan bahwa apa yang telah ia lakukan bersama dengan Pak Uu untuk Provinsi Jawa Barat sebenarnya belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan jasa-jasa yang telah ditorehkan oleh para gubernur terdahulu. Kendati demikian, komitmen untuk melakukan perubahan mendasar demi membangun profesionalisme dan keberpihakan kepada masyarakat tetap menjadi fokus utama kepemimpinannya demi masa depan Jawa Barat yang lebih baik.






