Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBusinessPopuler
Beranda/Teknologi

Di Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari Serat

Rimba NainggolanDiterbitkan 20 Agu 2026 - 02.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Di Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari Serat
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Mengapa pakaian olahraga yang kita kenakan bisa cepat kering saat berkeringat, atau bagaimana popok bayi mampu menahan cairan dengan sangat baik? Jawabannya terletak pada rekayasa teknologi yang diterapkan langsung pada serat pembuatnya. Di balik selembar pakaian modern yang nyaman, terdapat proses ilmiah panjang yang mengubah cara kita berinteraksi dengan sandang sehari-hari.

Rina Afiani Rebia, Kepala Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (UII), memberikan contoh menarik mengenai perkembangan ini. Ia menyebut merek mode global Uniqlo sebagai salah satu ilustrasi yang mudah dipahami. Di negara asalnya, Jepang, Uniqlo justru lebih dikenal sebagai penjual teknologi alih-alih sekadar penjual pakaian biasa. Berkat rekayasa teknologi tekstil, pakaian masa kini dapat memiliki karakteristik khusus seperti kemampuan melepaskan uap panas (breathable) dan cepat kering (quick dry). Teknologi ini bekerja dengan cara menyalurkan keringat keluar sehingga pakaian lebih cepat kering.

Rina mendalami keilmuan ini selama sekitar lima tahun saat menempuh pendidikan S2 dan S3 di Shinshu University, Jepang. Universitas tersebut menyediakan pendidikan khusus bidang tekstil yang mencakup proses dari hulu hingga hilir. Di sana, pengembangan teknologi tekstil tidak berdiri sendiri, melainkan bersinggungan dengan berbagai disiplin ilmu lain, mulai dari otomasi dan robotika untuk kebutuhan industri, kimia dan polimer, Kansei Engineering, hingga material polimer tingkat lanjut (advanced polymer).

Baca Juga

Pemprov DKI Jakarta Kaji Usulan Revisi Perda Pengendalian Pencemaran Udara

Pemprov DKI Jakarta Kaji Usulan Revisi Perda Pengendalian Pencemaran Udara

Penerapan rekayasa serat ini juga meluas ke ranah medis dan produk kebutuhan harian. Rina mendalami tekstil fungsional untuk kesehatan, salah satunya berupa material non-woven yang dirancang khusus untuk penanganan luka. Material ini dapat direkayasa dengan menambahkan kandungan obat maupun zat antibakteri demi membantu proses penyembuhan.

Sementara itu, Dosen Rekayasa Tekstil UII, Ahmad Satria Budiman, membawa perspektif riset dari pengalamannya menempuh pendidikan. Setelah menyelesaikan program joint degree bidang teknik tekstil di Thailand, Ahmad melanjutkan studi S2 di KTH, Swedia, tepatnya pada Department of Fiber and Polymer Technology. Saat menggarap tesis di Division of Fiber Technology, ia memfokuskan diri pada teknologi pengolahan serat. Salah satu riset yang dipelajarinya di Swedia berangkat dari produk penyerap harian seperti popok bayi dan pembalut. Riset tersebut mencoba mengembangkan material penyerap menggunakan selulosa dalam ukuran nano agar bahan mampu menyerap sekaligus menahan cairan.

Baca Juga

Tekstil Bukan Cuma Garmen, Teknologinya Ada di Jalan hingga Dunia Medis

Tekstil Bukan Cuma Garmen, Teknologinya Ada di Jalan hingga Dunia Medis

Keilmuan mutakhir ini diajarkan kepada para mahasiswa di Program Studi Rekayasa Tekstil UII. Mahasiswa mempelajari berbagai aspek mulai dari serat, pembuatan material, manufaktur dan pengujian, kimia tekstil, teknologi nano, hingga tekstil fungsional. Ahmad menambahkan bahwa setelah serat diolah menjadi material kain atau pakaian, bahan tersebut bisa dirancang lebih jauh lagi untuk memiliki fungsi spesifik, seperti pakaian dengan sifat antibakteri atau kemampuan membersihkan diri sendiri (self-cleaning). Selain itu, mahasiswa juga mempelajari tekstil berkelanjutan (sustainable textile), yang mencakup bagaimana serat, bahan pewarna, serta proses produksi dapat dikembangkan agar lebih ramah lingkungan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Pesan Mensos Gus Ipul untuk Humas Sekolah Rakyat, Kebenaran Informasi Lebih Penting dari ViralPolisi Tangkap Dua Pelaku Pembacokan Teknisi Wifi di SubangKPK Tahan Eks Kakanwil Pajak Tersangka Kasus GratifikasiDampak Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 71 OrangPemerintah dan Aparat Keamanan Kedepankan Pendekatan Persuasif untuk Jaga Kedamaian di AcehMabes Polri Tegaskan Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Penuhi Syarat Alat BuktiPemerintah Siapkan Insentif Pajak untuk Percepat Pengembangan GeotermalProspek Ekonomi Global 2026 Melemah, Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Domestik Tetap Kuat

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBusiness

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap