Berita Viral Terkini

Laba Bank Mandiri Melesat Jadi Rp30,4 Triliun Berkat Ekspansi Kredit Produktif

Bambang HandayaniPublished 25 Jul 2026 - 19.350 Reads
Bagikan WhatsAppX
Laba Bank Mandiri Melesat Jadi Rp30,4 Triliun Berkat Ekspansi Kredit Produktif
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Langkah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam menyokong roda perekonomian tanah air kian memperlihatkan hasil yang nyata pada paruh pertama tahun 2026. Melalui strategi penyaluran kredit yang terfokus pada sektor-sektor produktif, bank pelat merah ini berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang. Tidak tanggung-tanggung, laba bersih konsolidasi perseroan melesat hingga Rp30,4 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 24,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, membuktikan bahwa ekspansi bisnis yang agresif namun terukur dapat berjalan beriringan dengan profitabilitas yang tinggi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Bank Mandiri dalam menjalankan fungsi intermediasinya secara optimal. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit secara bank only menembus Rp1.592 triliun, atau tumbuh sebesar 19,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pencapaian ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di angka 12,7 persen menurut data Bank Indonesia. Di sisi lain, kepercayaan masyarakat juga terus menebal yang tecermin dari perolehan dana pihak ketiga (DPK) bank only sebesar Rp1.710 triliun, tumbuh 17,1 persen yoy, melompati rata-rata pertumbuhan DPK industri yang hanya berkisar 10,2 persen.

Also Read

Investor Domestik Topang IHSG di Tengah Aksi Jual Asing

Jika ditelisik lebih dalam, kucuran kredit ini mengalir deras ke berbagai sektor krusial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Pada ekosistem pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembiayaan melonjak signifikan sebesar 41,6 persen yoy menjadi Rp489 triliun, yang dialokasikan untuk proyek strategis nasional, infrastruktur, ketahanan energi, pertahanan, hingga pelayanan publik. Di saat yang sama, komitmen terhadap pemerataan ekonomi ditunjukkan lewat penyaluran kredit usaha mikro yang tumbuh 15,7 persen menjadi Rp31,3 triliun. Langkah ini membuka lebar akses pemodalan bagi para pelaku UMKM dan masyarakat produktif di berbagai penjuru wilayah.

Menariknya, akselerasi kredit yang masif ini tidak membuat Bank Mandiri lengah dalam menjaga kualitas asetnya. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross bank only berhasil ditekan hingga menyentuh angka 0,98 persen per Juni 2026. Kualitas kredit yang terjaga dengan baik ini juga diikuti oleh penurunan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) menjadi 0,52 persen, serta penyediaan bantalan risiko yang sangat memadai dengan NPL Coverage Ratio mencapai 242 persen. Dari segi efisiensi operasional, rasio BOPO bank only juga membaik sebesar 6,2 poin persentase secara tahunan menjadi 57,6 persen, menunjukkan bahwa pengelolaan pengeluaran berjalan sangat efektif seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan sebesar 10,3 persen yoy.

Also Read

Pemerintah Pastikan TNI dan Polri Tidak Memiliki Wewenang Menagih Pajak

Transformasi digital turut menjadi pilar penyokong utama yang mempercepat laju pertumbuhan bisnis Bank Mandiri. Layanan digital perseroan mencatatkan pertumbuhan pengguna yang masif, di mana aplikasi Livin' by Mandiri kini telah memfasilitasi sekitar 41 juta pengguna, tumbuh 24,3 persen yoy. Sementara itu, platform Kopra by Mandiri yang melayani segmen korporasi telah merangkul sekitar 354 ribu pengguna, dengan porsi mayoritas atau sekitar 84 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Dengan fondasi keuangan yang kokoh dan ekosistem digital yang semakin matang, Bank Mandiri optimistis dapat terus memperluas penetrasi bisnisnya sekaligus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca