Berita Viral Terkini

Langkah Bersama Memperkuat Sektor UMKM demi Menjaga Stabilitas Ekonomi

Togar SiregarPublished 25 Jul 2026 - 14.150 Reads
Bagikan WhatsAppX
Langkah Bersama Memperkuat Sektor UMKM demi Menjaga Stabilitas Ekonomi
Ilustrasi Ekonomi. Foto: Republika - Ekonomi.
A-A+

Pertemuan penting bertajuk Economic Briefing 2026 yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta Pusat pada Jumat, 24 Juli 2026 menjadi momentum krusial bagi masa depan perekonomian Indonesia. Diselenggarakan atas kolaborasi erat antara Garuda TV dan Bank Indonesia, forum ini mengangkat tema besar mengenai pentingnya menjaga stabilitas dan memperkuat sinergi melalui pembiayaan produktif. Di tengah ketidakpastian global, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disepakati sebagai kunci utama untuk menjaga agar roda perekonomian domestik tetap berputar dengan stabil dan tangguh.

Peran media dalam pembangunan nasional kini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi, melainkan juga bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai pihak. Direktur Utama Garuda TV, Fahmi M Anwari, menekankan bahwa kolaborasi antara media dan lembaga negara memiliki nilai strategis dalam menciptakan ruang dialog yang produktif. Melalui wadah ini, para pemangku kepentingan dapat saling bertukar sudut pandang mengenai berbagai peluang serta tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa. Langkah ini selaras dengan komitmen berkelanjutan stasiun televisi tersebut dalam mendukung para pelaku usaha lokal melalui berbagai program siaran.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia melihat bahwa ketangguhan UMKM adalah pilar krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa akses pembiayaan produktif yang lebih luas sangat dibutuhkan agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap produk domestik bruto. Pandangan ini diperkuat oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, yang berkaca pada kesuksesan negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Tiongkok. Di negara-negara tersebut, kekuatan ekonomi nasional ditopang oleh ekosistem UMKM yang sangat berdaya saing dari hulu hingga hilir.

Kendati demikian, memperluas akses permodalan saja dinilai belum cukup tanpa adanya pembenahan mendasar pada kapasitas internal pelaku usaha. Dalam diskusi panel yang dipandu oleh Aline Wiratmaja, para pembicara seperti Loto Srinaita Ginting dari Kementerian UMKM dan Ayahandayani Kussetyowati dari OJK sepakat bahwa edukasi manajemen usaha dan pembuatan laporan keuangan yang tertib menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pendampingan yang konsisten dari regulator dan lembaga keuangan menjadi kunci agar dana produktif yang disalurkan dapat dikelola secara optimal dan tidak berujung pada kredit bermasalah.

Also Read

Mengatasi Ancaman Downtime Industri Lewat Solusi Hybrid Cloud

Di sisi lain, tantangan riil di lapangan juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan domestik. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengingatkan bahwa meskipun likuiditas perbankan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sehat, penyaluran kredit tetap menghadapi tantangan nyata. Beberapa hambatan tersebut di antaranya adalah melemahnya daya beli masyarakat, belum optimalnya keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri manufaktur besar, serta gempuran barang-barang impor. Melalui forum ini, diharapkan tercipta rumusan kebijakan yang tidak hanya memberikan modal, tetapi juga melindungi pasar domestik agar produk lokal tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca