Berita Viral Terkini

Mengenal Tiga Sosok di Balik Kredivo yang Kini Dipanggil OJK

Marthen PalutunganPublished 25 Jul 2026 - 17.450 Reads
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Tiga Sosok di Balik Kredivo yang Kini Dipanggil OJK
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ketika sebuah inovasi teknologi finansial raksasa tersandung masalah etika di lapangan, sorotan publik seketika beralih pada siapa sosok di balik layarnya. Kasus dugaan pelecehan dalam penagihan utang yang menyeret Kredivo dan KrediFazz baru-baru ini memicu tindakan tegas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemanggilan manajemen oleh regulator ini membuka tabir tentang bagaimana sebuah ekosistem keuangan digital yang begitu masif dibangun, serta siapa saja otak intelektual di balik gurita bisnis PT FinAccel Digital Indonesia.

Di balik operasional Kredivo yang kini telah berevolusi menjadi Kredivo Group, terdapat entitas asing bernama FinAccel Pte. Ltd. Perusahaan induk ini tidak hanya mengendalikan Kredivo, tetapi juga melebarkan sayapnya ke layanan KrediFazz hingga sektor perbankan melalui Krom Bank. Tiga sekawan lintas disiplin ilmu鈥擜lie Tan, Umang Rustagi, dan Paramananda Budi Setyawan鈥攁dalah arsitek utama yang menggabungkan keahlian teknologi, sains data, dan manajemen strategis demi menguasai pasar pembiayaan digital di Asia Tenggara.

Dari sudut pandang teknologi, Alie Tan merupakan pilar penting yang merancang infrastruktur digital perusahaan ini. Lulusan Computer Science dari Universitas Bina Nusantara tahun 2005 ini memiliki rekam jejak panjang di industri perangkat lunak global, termasuk peran penting di Affle Pte Ltd dan AppWeavers. Sejak menjabat sebagai Chief Technology Officer FinAccel pada 2015 dan Direktur Utama PT FinAccel Digital Indonesia pada 2017, Alie yang berkewarganegaraan Indonesia ini fokus mengarahkan sistem teknologi Kredivo agar tetap responsif terhadap kebutuhan pasar.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Sementara itu, aspek strategi bisnis dan ekspansi operasional dikomandoi oleh Umang Rustagi. Pria asal India ini membawa bekal akademis yang sangat kuat dari institusi elite, yakni Indian Institute of Technology (IIT) dan Indian Institute of Management (IIM). Sebelum terjun membangun FinAccel sebagai Chief Operating Officer dan menjabat Komisaris Utama di Indonesia sejak 2018, Rustagi menempa kemampuan analisis strategisnya sebagai konsultan di McKinsey & Company. Pengalaman inilah yang membantunya merumuskan model bisnis ekspansif bagi Kredivo Group.

Melengkapi triumvirat ini, Paramananda Budi Setyawan bertindak sebagai otak di balik pengolahan data sensitif yang menjadi jantung penilaian kredit fintech ini. Lulusan bidang ekonomi dari Erasmus University Rotterdam, Belanda, ini menjabat sebagai Principal Data Scientist sejak 2016. Berbekal pengalaman riset dan analisis dari Ipsos Business Consulting serta Accenture, Paramananda menyusun algoritma yang mendeteksi kelayakan kredit nasabah, sebuah elemen vital dalam bisnis pembiayaan digital yang kini tengah diuji kepatuhannya oleh regulator.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Kombinasi keahlian akademis tingkat tinggi dan pengalaman korporasi global dari ketiga pendiri ini berhasil melahirkan salah satu raksasa fintech terbesar di Indonesia. Namun, pemanggilan oleh OJK akibat masalah penagihan di lapangan menjadi pengingat keras. Kehebatan algoritma data dan kecanggihan teknologi yang mereka bangun tidak akan berarti banyak tanpa adanya pengawasan ketat terhadap etika pelayanan kemanusiaan di tingkat paling bawah operasional bisnis mereka.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca