Pengguna KRL Commuter Line kini tidak lagi dapat naik dan turun di Stasiun Karet. Seluruh aktivitas naik dan turun penumpang resmi dialihkan ke peron Stasiun BNI City menyusul dimulainya proyek penataan dan integrasi kawasan yang diperkirakan memakan waktu bertahap selama 1 hingga 7 bulan ke depan.
Kebijakan integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City ini dilakukan demi menjawab tantangan pertumbuhan volume penumpang yang terus meningkat, sekaligus mengurai potensi kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan Stasiun Karet. Melalui keterangan Anne Purba dari pihak KAI, ditegaskan bahwa Stasiun Karet sebenarnya tidak ditutup, melainkan fungsi layanan naik dan turun penumpangnya yang dialihkan ke peron Stasiun BNI City demi aspek keselamatan pengguna jasa.
Selama proses penataan berlangsung, area stasiun ditutup sementara untuk pengerjaan fisik dan akan dibuka kembali secara bertahap hingga tenggat belanja modal atau capex investasi pada akhir tahun 2026. Meski layanan peron berpindah, Stasiun Karet dipastikan tetap aktif melayani akses pelanggan karena akan difasilitasi dengan area drop zone dan jalur penataan untuk pejalan kaki.
Hari Pelanggan Nasional, Mega Syariah Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis

Untuk menjaga kenyamanan mobilisasi para pengguna yang berjalan kaki dari arah Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City, KAI menyiapkan fasilitas travelator datar serta travelator naik atau menanjak. Penyediaan fasilitas travelator di sisi Stasiun Karet ini bertujuan agar penumpang tetap merasa nyaman saat berpindah stasiun meski harus berjalan kaki.
Penataan kawasan ini juga mencakup pembenahan akses dari sisi Jalan Kendal. Area tersebut akan ditata ulang dengan penambahan fasilitas pejalan kaki (pedestrian), kanopi selasar sebagai pelindung dari terik panas dan hujan, hingga penyediaan eskalator menuju area stasiun.
Klarifikasi Kemenkop soal Anggaran Rp 103 Miliar, Bukan Hanya untuk Podcast

Selain memanjakan pejalan kaki, KAI melakukan langkah optimalisasi lahan di sebelah Stasiun Karet. Area tersebut dialokasikan untuk menampung armada ojek online (ojol) serta moda transportasi lanjutan lainnya, sehingga operasional angkutan lanjutan tidak memicu penumpukan kendaraan maupun kemacetan di area perlintasan sebidang.






