Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah strategis guna mendongkrak pendapatan sekaligus tingkat kesejahteraan keluarga di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan dengan mendorong masyarakat yang tersebar di 17 kabupaten dan kota untuk lebih aktif merintis serta menjalankan berbagai kegiatan usaha produktif. Pemanfaatan potensi sumber daya lokal dinilai menjadi kunci utama agar program pemberdayaan ekonomi ini dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat setempat.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, mengungkapkan hal tersebut saat berada di Palembang pada hari Sabtu. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui jalur usaha produktif bukan sekadar program ekonomi semata, melainkan juga sebuah solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di provinsi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan sosial sering kali menjadi penghambat utama dalam proses pembangunan daerah secara keseluruhan.
Guna merealisasikan tujuan pengentasan masalah sosial dan peningkatan kesejahteraan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya keras menjalankan beragam program pembinaan. Program pendampingan ini dirancang secara khusus agar warga tidak hanya sekadar termotivasi untuk berusaha, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang memadai untuk terjun langsung memproduksi barang bernilai ekonomi.
Super El Nino Ancam Ekonomi Afrika dan Picu Gelombang Migrasi Massal

Lebih lanjut, Cik Ujang menjelaskan bahwa bentuk nyata dari pembinaan usaha produktif ini dilakukan melalui pengajaran keterampilan pembuatan kerajinan tangan. Fokus utama dari pelatihan teknis tersebut adalah memaksimalkan pemanfaatan potensi sumber daya yang sudah tersedia di lingkungan sekitar masyarakat pada masing-masing daerah. Pendekatan ini dipilih agar warga dapat mengolah kekayaan alam terdekatnya menjadi produk bernilai jual tinggi yang mampu menopang perekonomian keluarga.
Pola pembinaan yang diterapkan oleh pemerintah daerah disesuaikan sepenuhnya dengan kondisi serta keunggulan spesifik yang dimiliki oleh setiap wilayah. Sebagai contoh, bagi masyarakat yang bermukim di daerah dengan potensi tanaman rotan dan bambu, pemerintah akan memberikan pengajaran mengenai cara memproduksi beraneka ragam kerajinan berbahan baku tersebut. Sebaliknya, untuk daerah-daerah yang memiliki potensi besar di sektor perikanan, arah pembinaan akan difokuskan pada pengolahan hasil laut atau perairan, seperti pelatihan pembuatan kerajinan pengolahan ikan asin.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Malinau Libatkan 44 Gereja dalam Lomba Edukatif

Dalam proses pelaksanaannya, seluruh program pelatihan dan pembinaan ini dibentuk dalam wadah kelompok. Langkah pengelompokan ini diambil agar proses koordinasi antarwarga serta pengembangan usaha ke depannya menjadi lebih mudah dan terarah. Selain memberikan bekal keterampilan dan membentuk kelompok usaha, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga turut membantu memasarkan berbagai hasil kerajinan yang telah diproduksi oleh masyarakat tersebut.
Melalui integrasi antara pembinaan keterampilan, pemanfaatan keunggulan lokal, dan bantuan pemasaran, kegiatan usaha produktif ini diharapkan mampu menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi. Keberhasilan dalam mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi ini pada akhirnya ditargetkan mampu meminimalkan permasalahan sosial di tengah masyarakat. Dengan terkikisnya masalah sosial yang selama ini menjadi penghambat, proses pembangunan daerah di Sumatera Selatan diyakini akan berjalan jauh lebih lancar.






