Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Teknologi

Pengadilan AS Tolak Gugatan TikTok Terkait Undang-Undang Larangan Operasional

Rimba NainggolanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 06.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengadilan AS Tolak Gugatan TikTok Terkait Undang-Undang Larangan Operasional
Ilustrasi: Solen Feyissa, CC BY-SA 2.0 via Wikimedia Commons.
A-A+

Pengadilan banding federal di Amerika Serikat telah menolak gugatan hukum yang diajukan oleh TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance. Keputusan ini memperkuat undang-undang yang mengharuskan ByteDance mendivestasi atau menjual aset TikTok di Amerika Serikat kepada entitas non-China, atau menghadapi larangan operasional penuh di negara tersebut. Ketetapan ini menjadi babak baru dalam perseteruan panjang antara platform media sosial populer tersebut dengan pemerintah Amerika Serikat terkait masalah keamanan nasional.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam putusan yang dibacakan oleh panel hakim Pengadilan Banding Distrik Columbia, pengadilan menolak argumen TikTok yang menyatakan bahwa undang-undang tersebut melanggar hak kebebasan berbicara yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat. Hakim menyatakan bahwa undang-undang tersebut ditujukan untuk melindungi keamanan nasional dari potensi pengaruh asing, bukan untuk membatasi konten atau kebebasan berekspresi para penggunanya. Keputusan ini memperkuat batas waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu 19 Januari 2025, sebagai tenggat waktu bagi ByteDance untuk menyelesaikan proses penjualan tersebut.

Baca Juga

Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Gas N2O Whip-Pink Berkedok Bahan Pangan di Jakarta

Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Gas N2O Whip-Pink Berkedok Bahan Pangan di Jakarta

Keputusan pengadilan ini langsung menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pengguna dan pembuat konten di Amerika Serikat. Saat ini, TikTok diperkirakan memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif di negara tersebut, dengan ribuan usaha kecil dan menengah yang bergantung pada platform ini untuk pemasaran dan penjualan produk mereka. Para kreator konten menyatakan kekhawatiran mereka akan hilangnya mata pencaharian dan jangkauan audiens yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun jika larangan ini benar-benar diterapkan pada awal tahun depan.

Di sisi bisnis, divestasi paksa ini menghadapi tantangan yang sangat rumit. Pemerintah China telah menyatakan penolakan keras terhadap penjualan paksa teknologi TikTok, khususnya algoritme rekomendasi yang menjadi kunci kesuksesan platform tersebut. Tanpa adanya izin ekspor teknologi dari Beijing, penjualan TikTok ke perusahaan Amerika Serikat hampir mustahil dilakukan dalam bentuk yang utuh. Hal ini menempatkan ByteDance dalam posisi sulit, di mana mereka harus memilih antara menutup operasional di salah satu pasar terbesar mereka atau melanggar hukum domestik China.

Baca Juga

Tarif Baru Amerika Serikat untuk 60 Negara Diklaim Tidak Berdampak pada Ekonomi

Tarif Baru Amerika Serikat untuk 60 Negara Diklaim Tidak Berdampak pada Ekonomi

Langkah hukum selanjutnya kini berada di tangan Mahkamah Agung Amerika Serikat, di mana TikTok diperkirakan akan mengajukan banding darurat untuk menunda pelaksanaan undang-undang tersebut. Sementara itu, dinamika politik di Washington juga berpotensi memengaruhi hasil akhir dari perselisihan ini. Donald Trump, yang dijadwalkan akan dilantik kembali sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2025鈥攈anya satu hari setelah tenggat waktu pelarangan鈥攕ebelumnya sempat menyatakan dukungannya untuk menyelamatkan TikTok dari larangan tersebut. Perkembangan ini membuat masa depan aplikasi video pendek ini tetap berada dalam ketidakpastian tinggi menjelang pergantian pemerintahan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

HukumAmerika SerikatTikTokByteDanceKeamanan Nasional

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap