Kawasan Jakarta Pusat akan segera memiliki fasilitas ruang bawah tanah baru yang terintegrasi dengan transportasi publik melalui proyek pembangunan area perluasan atau extended concourse di Stasiun MRT Bundaran HI. Proyek ini terus dikerjakan guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan bagi para pengguna jasa transportasi massal di ibu kota. Ruang bawah tanah baru yang sedang dibangun di kawasan strategis ini dirancang dengan memiliki luas total mencapai 4.439 meter persegi. Berdasarkan target yang telah ditetapkan, seluruh proses pembangunan extended concourse ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada bulan Mei tahun 2027 mendatang. Setelah proses konstruksi rampung, ruang bawah tanah baru ini direncanakan akan diresmikan secara resmi pada bulan Juni 2027.
Menurut penjelasan dari Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Ferdiansyah Roestam, perkembangan pengerjaan proyek ini berjalan dengan sangat positif dan sesuai dengan rencana. Hingga bulan Juli 2026, kemajuan atau progres fisik dari proyek pembangunan ini telah berhasil menyentuh angka 21,46 persen. Pencapaian progres pada bulan Juli 2026 tersebut tercatat sedikit lebih cepat jika dibandingkan dengan target awal yang sebelumnya telah ditetapkan, yaitu sebesar 21,07 persen. Memasuki bulan Agustus, pihak pengembang terus memacu pengerjaan untuk mengejar target kemajuan fisik proyek hingga mencapai angka 24 persen. Sementara itu, untuk target jangka menengah, pembangunan extended concourse ini diharapkan dapat mencapai progres sebesar 45 persen pada akhir tahun 2026.
Bareskrim Polri Buru Warga Negara China Dalang Manipulasi Email Bisnis

Untuk mencapai target-target tersebut, aktivitas pekerjaan konstruksi di lapangan saat ini sedang berlangsung secara paralel di tiga sisi area proyek secara bersamaan. Di bagian area utama dari extended concourse, para pekerja konstruksi tengah sibuk menyelesaikan berbagai detail pekerjaan penting. Beberapa pekerjaan yang sedang diselesaikan di area utama ini meliputi pemasangan tembok, penebalan pada struktur bangunan, serta pemasangan instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Langkah ini dilakukan secara intensif agar seluruh sistem utilitas di dalam ruang bawah tanah dapat berfungsi dengan baik saat dioperasikan nanti.
Sementara itu, aktivitas konstruksi yang tidak kalah penting juga tengah berlangsung di sisi timur dan sisi barat dari kawasan proyek. Di kedua sisi tersebut, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) sedang menyiapkan sheet pile, strut, dan waler yang berfungsi untuk memperkuat struktur area yang nantinya akan dibuka sebagai akses baru bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk membuka akses baru tersebut adalah metode open-cut. Metode open-cut ini diterapkan khusus untuk membangun dua titik akses utama, yaitu Muara 1 yang terletak di sisi barat dan Muara 2 yang terletak di sisi timur kawasan Bundaran HI. Proses pengerjaan open-cut untuk membuka kedua muara tersebut dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada akhir Agustus 2026. Sehubungan dengan pekerjaan fisik ini, pihak terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas guna menyesuaikan arus kendaraan dengan lokasi kerja proyek di lapangan.
Cara Memantau Perkembangan Kasus Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di Kejaksaan Agung

Dalam rangka memastikan target penyelesaian proyek pada Mei 2027 dapat terpenuhi dengan tepat waktu, proses konstruksi extended concourse di Stasiun MRT Bundaran HI dilaksanakan secara terus-menerus selama 24 jam penuh dalam sehari. Waktu kerja operasional ini dibagi secara sistematis ke dalam tiga sif kerja yang berbeda. Untuk menjaga efisiensi dan meminimalkan dampak sosial, pembagian jenis pekerjaan disesuaikan dengan waktu. Beberapa jenis pekerjaan konstruksi yang tergolong berat (heavy construction) dijadwalkan untuk dilakukan pada siang hari (daytime). Sebaliknya, pekerjaan-pekerjaan lain yang masih memungkinkan untuk digeser waktunya, seperti pekerjaan pemasangan bata, dialihkan pelaksanaannya ke waktu tengah malam.






