Berita Viral Terkini

Tragedi Antrean Sate Taichan yang Merenggut Nyawa Anggota TNI AD di Tangerang

Togar SiregarPublished 25 Jul 2026 - 21.551 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Antrean Sate Taichan yang Merenggut Nyawa Anggota TNI AD di Tangerang
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Sebuah piring sate taichan seharusnya hanya menjadi santapan pagi yang hangat di akhir pekan. Namun, bagi ABS, seorang pemuda berusia 21 tahun yang juga merupakan anggota TNI Angkatan Darat, hidangan sederhana itu justru menjadi awal dari tragedi yang merenggut nyawanya. Polres Tangerang Selatan baru-baru ini mengungkap bahwa perselisihan sepele mengenai antrean pesanan makanan di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memicu aksi pengeroyokan brutal yang berujung maut pada Minggu, 19 Juli 2026.

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 05.45 WIB di area parkir dekat Jalan Raya Pondok Hijau Golf, tepat di depan pertigaan Cluster Turqois, Desa Curug Sangereng. Pihak korban dan kelompok pelaku sama-sama memesan makanan di tempat yang sama. Ketegangan memuncak saat kelompok pelaku memesan empat porsi sate taichan, tetapi pihak korban meyakini bahwa pesanan yang datang tersebut adalah milik mereka. Adu mulut dengan nada tinggi pun pecah karena rasa saling tersinggung, hingga akhirnya memicu pemukulan pertama terhadap ABS.

Dalam situasi yang kian mencekam dan tidak terkendali, ABS yang panik berusaha menyelamatkan diri. Berbekal fisiknya sebagai seorang atlet lari, ia melakukan sprint sejauh 500 hingga 800 meter dari titik awal pertikaian untuk menghindari amukan massa. Sayangnya, pelarian cepat sang prajurit tidak cukup untuk melepaskan diri dari kejaran kelompok pelaku yang memburunya secara bersama-sama. Langkah kaki ABS akhirnya terhenti secara tragis ketika para pengejar berhasil menyusulnya.

Also Read

OJK Tegaskan Tanggung Jawab Kredivo dan KreditFazz Terkait Kasus Debt Collector di Purworejo

Di titik pemberhentian terakhir itulah, salah satu pelaku berinisial SS yang berusia 31 tahun melakukan tindakan keji. Menggunakan sebilah pisau kecil yang telah disiapkannya di dalam saku, SS menikam tubuh korban berkali-kali. Berdasarkan hasil autopsi dan olah tempat kejadian perkara, ABS menderita 10 luka tusuk yang terbagi rata, yakni lima tusukan di bagian depan tubuh dan lima tusukan di bagian belakang. Serangan bertubi-tubi ini membuat sang atlet muda tidak berdaya dan akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan pihak kepolisian lewat pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan para saksi membuahkan hasil. Polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka yang terbagi ke dalam empat klaster peran, mulai dari pelaku pemukulan pertama, pengejar, hingga pelaku penikaman. Dari hasil tes urine, para tersangka dinyatakan negatif narkoba. Saat ini, kepolisian resor setempat bersama Polda Metro Jaya dan unsur TNI masih memburu dua terduga pelaku lain yang masih melarikan diri.

Also Read

Ujian Skuad Baru Thailand di Markas Laos pada Laga Pembuka Piala AFF 2026

Kini, para pelaku harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat akibat tindakan brutal mereka. Penyidik menjerat para tersangka dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 262 ayat 4 KUHP, serta Pasal 466 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukuman maksimal yang menanti mereka adalah penjara seumur hidup atau kurungan selama 20 tahun. Sebuah akhir yang sangat mahal untuk dibayar dari sebuah pertikaian yang dipicu hanya oleh antrean sate taichan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca