Bagaimana kelanjutan aturan kurikulum sekolah di Indonesia saat ini? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan orang tua dan pendidik seiring dengan perkembangan kebijakan pendidikan terbaru. Pemerintah telah memperjelas langkah tersebut melalui penerbitan aturan baru yang mempertegas arah kebijakan pendidikan nasional.
Terkait aturan terbaru yang mendasari kurikulum nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Regulasi ini resmi menggantikan ketentuan lama yang terdapat pada Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Kebijakan tersebut memuat pedoman kurikulum bagi seluruh tingkatan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tingkat dasar (SD), sampai jenjang menengah yang meliputi SMP, SMA, dan SMK. Dalam pelaksanaannya, Kurikulum Merdeka juga memiliki karakteristik khas berupa aktivitas berbasis proyek yang dinamakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Apakah kurikulum internasional masih bisa digunakan berdampingan dengan kurikulum nasional? Penerapan standar nasional tentu tidak menutup ruang bagi metode pembelajaran global. Senior Country Manager Indonesia dari Cambridge, Dian Indah Apriyani, menyatakan, "Kurikulum internasional itu bukan untuk mengganti kurikulum di suatu negara, tetapi untuk memperkaya dan melengkapi kurikulum di negara tersebut." Sebagai contoh penerapan, Singapore International School (SIS) di bawah arahan Direktur Andrew Paterson menjalin kerja sama dengan Cambridge guna mengintegrasikan kurikulum IGCSE pada jenjang secondary.
Densus 88 Gelar Bedah Film Jihad Selfie di Jakarta untuk Cegah Paham Radikalisme

Lalu, apa saja pilihan kerangka belajar internasional yang biasa diterapkan di sekolah tingkat dasar? Bagi sekolah yang mengombinasikan standar nasional dengan metode global, terdapat beberapa opsi dengan karakteristik tersendiri. Pertama, kerangka Cambridge Primary ditujukan bagi anak usia 5 sampai 11 tahun guna membentuk dasar pembelajaran yang kokoh di tingkat global, dengan bahasa Inggris sebagai pengantar utamanya. Kedua, sistem kelas lintas usia atau multi-age classroom digunakan dalam metode kelas SD Montessori berdasarkan panduan Association Montessori Internationale (AMI). Metode ini juga membebaskan siswa dari kompetisi peringkat maupun beban ujian setiap pekan.
Ketiga, pendidikan anak usia 3 hingga 12 tahun pada kurikulum IB menitikberatkan pada metode Inquiry-Based Learning. Keempat, terdapat pula International Primary Curriculum (IPC) yang mengombinasikan pembelajaran akademik dan perluasan wawasan global melalui cara yang interaktif. Terakhir, Pearson iPrimary sebagai sebuah kurikulum asal Inggris menyatukan kriteria akademik yang disiplin bersama keahlian abad ke-21.
Di Balik Runway Jogja Fashion Week, Industri Tekstil Justru Kekurangan Talenta

Melalui kejelasan regulasi pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, sekolah-sekolah di Indonesia kini memiliki acuan yang kuat dalam menyelenggarakan pendidikan. Acuan ini berlaku baik bagi institusi yang murni menerapkan kurikulum nasional maupun yang memperkayanya lewat kemitraan internasional.






