Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada 8 hingga 20 September 2024 menjadi tonggak penting dalam sejarah keolahragaan tanah air. Sebagai perhelatan multievent antarprovinsi terbesar di Indonesia, penyelenggaraan di dua wilayah ini membutuhkan rangkaian persiapan teknis, kesiapan venue, koordinasi cabang olahraga, serta perencanaan anggaran daerah yang matang baik sebelum maupun sesudah kompetisi digelar.
Menjelang pembukaan ajang utama, denyut persiapan berlangsung lewat berbagai agenda pendukung dan turnamen tingkat nasional. Salah satunya terlihat dari aktivitas komunitas dan organisasi otomotif yang menggelar kejuaraan berskala nasional. Promotor Banteng Motorsport di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta dukungan Bank DKI dan JakOne Mobile melaksanakan ajang JakOne Mobile Indonesia Damper Class National Championship 2024 Tuned Motor Series Round 3 pada 16 hingga 18 Agustus 2024 di GTown Square, Gading Serpong. Kejuaraan Mini 4WD berhadiah total Rp 64,5 juta tersebut menarik partisipasi 280 peserta dari 34 tim berbagai daerah, menjadi cerminan antusiasme publik serta sarana pemanasan kompetisi olahraga jelang PON 2024.
Pada fase perlombaan di lapangan, kesiapan panitia terlihat dari pengelolaan cabang olahraga baru yang melakoni debut resmi di PON XXI. Cabang olahraga woodball berhasil melangsungkan debutnya di Lapangan Golf Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, pada 14 hingga 19 September 2024. Ajang ini menghadirkan 114 atlet yang mewakili 16 provinsi untuk memperebutkan medali di tujuh nomor perlombaan, yaitu tim fairway putra dan putri, double mix fairway, single stroke putra dan putri, serta double stroke putra dan putri.
Menghitung Peluang Juara dan Zona Degradasi di Klasemen Sementara Liga 1 Indonesia

Keberhasilan penyelenggaraan nomor-nomor baru tersebut melahirkan peta persaingan yang ketat antarprovinsi. Jawa Tengah tampil gemilang dan keluar sebagai juara umum woodball dengan torehan tiga medali emas dan empat perunggu. Peringkat kedua ditempati oleh Banten dengan raihan dua emas, dua perak, dan satu perunggu, diikuti tuan rumah Aceh di posisi ketiga lewat koleksi dua medali emas. Di papan tengah dan bawah, Bali berada di urutan keempat dengan dua perak dan satu perunggu, Jawa Barat di peringkat kelima dengan satu perak dan satu perunggu, sedangkan Jawa Timur dan DKI Jakarta menyusul di peringkat keenam dan ketujuh dengan raihan masing-masing satu medali perak.
Kendati kompetisi di lapangan berjalan sesuai jadwal, tahapan pascapelaksanaan menghadapi tantangan administratif dan pemenuhan hak atlet di tingkat daerah. Masalah komitmen finansial mencuat ketika ratusan atlet dan pelatih menggelar unjuk rasa di Stadion Utama Riau, Kota Pekanbaru, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Para atlet menuntut pelunasan sisa bonus prestasi PON Aceh-Sumut serta ajang Peparnas 2024. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menghadapi kendala kapasitas fiskal sehingga sisa dana bonus sebesar Rp 28 miliar belum dapat dicairkan, meski Surat Keputusan (SK) pembayaran telah ditandatangani oleh Gubernur Riau. Atlet menyatakan realisasi bonus baru mencapai sekitar 45 persen, sementara pihak dinas menyebut pencairan tahap awal sebesar 50 persen telah dituntaskan pada tahun sebelumnya.
Jadwal dan Perjuangan Timnas Indonesia di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Langkah lanjutan dari evaluasi PON XXI kini diarahkan pada kesinambungan pembinaan dan kalender kejuaraan internasional berikutnya. Pengurus cabang olahraga memanfaatkan momentum keberhasilan di Aceh dan Sumatera Utara untuk memperluas panggung tanding. Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, menegaskan pihaknya terus mengupayakan agar woodball dapat kembali dipertandingkan secara konsisten pada PON XXII-2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus menembus pentas SEA Games 2025 di Thailand. Integrasi antara kesiapan teknis, penyelesaian komitmen keuangan daerah, dan kontinuitas pembinaan menjadi kunci utama dalam memastikan dampak positif PON dirasakan berkelanjutan oleh para atlet nasional.






