Wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, tengah menghadapi gelombang kedatangan puluhan ribu migran yang menyeberang dari Maroko dalam beberapa hari terakhir. Arus migrasi ini dilaporkan telah mencapai sekitar 40.000 orang yang berhasil memasuki wilayah Ceuta. Jumlah kedatangan tersebut dinilai sangat besar, terutama mengingat wilayah enklave Spanyol tersebut hanya memiliki populasi penduduk sekitar 80.000 jiwa. Kedatangan para migran ini tercatat terus berlangsung sejak Kamis malam, berlanjut pada Jumat dini hari, hingga Jumat pagi. Namun, perjalanan melintasi perbatasan ini telah memakan korban jiwa. Berdasarkan laporan yang ada, sedikitnya 18 orang telah dinyatakan tewas saat berusaha mencapai wilayah Ceuta dari Maroko.








