Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Internasional

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Menyeberang dari Maroko, 18 Tewas

Uria KilaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Orang Menyeberang dari Maroko, 18 Tewas
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, tengah menghadapi gelombang kedatangan puluhan ribu migran yang menyeberang dari Maroko dalam beberapa hari terakhir. Arus migrasi ini dilaporkan telah mencapai sekitar 40.000 orang yang berhasil memasuki wilayah Ceuta. Jumlah kedatangan tersebut dinilai sangat besar, terutama mengingat wilayah enklave Spanyol tersebut hanya memiliki populasi penduduk sekitar 80.000 jiwa. Kedatangan para migran ini tercatat terus berlangsung sejak Kamis malam, berlanjut pada Jumat dini hari, hingga Jumat pagi. Namun, perjalanan melintasi perbatasan ini telah memakan korban jiwa. Berdasarkan laporan yang ada, sedikitnya 18 orang telah dinyatakan tewas saat berusaha mencapai wilayah Ceuta dari Maroko.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam upaya mereka untuk mencapai daratan Spanyol, ratusan migran yang terdiri dari pria, perempuan, dan anak-anak terlihat menempuh jalur air. Mereka berenang mengitari pagar pembatas yang memisahkan perbatasan antara Maroko dan Ceuta. Untuk menjaga diri agar tetap terapung, para migran ini menggunakan bantuan pelampung sederhana. Di tengah membeludaknya jumlah migran yang tiba di Ceuta, proses pengembalian juga terus dilakukan oleh pihak berwenang. Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan bahwa hingga hari Jumat (31/7) pada pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 16.00 GMT, tercatat sebanyak 48.300 migran telah dikembalikan melintasi perbatasan menuju wilayah Maroko.

Merespons situasi yang berkembang di perbatasan ini, pemerintah Spanyol segera mengambil tindakan. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bersama dengan Menteri Dalam Negeri dijadwalkan untuk melakukan kunjungan langsung ke pos perbatasan Tarajal pada hari Jumat (31/7). Wilayah Ceuta sendiri memiliki posisi yang sangat penting bagi Eropa. Bersama dengan Melilla, Ceuta merupakan wilayah enklave milik Spanyol di Afrika Utara. Kedua wilayah tersebut menjadi satu-satunya perbatasan darat yang menghubungkan Uni Eropa secara langsung dengan Benua Afrika, menjadikannya titik utama pergerakan migrasi.

Baca Juga

Memahami Kecemasan Orang Tua terhadap Pergaulan Remaja dan Cara Tepat Mengelolanya

Memahami Kecemasan Orang Tua terhadap Pergaulan Remaja dan Cara Tepat Mengelolanya

Krisis di perbatasan Ceuta ini tidak hanya berdampak pada Spanyol, tetapi juga memicu dinamika diplomatik di antara negara-negara anggota Uni Eropa lainnya. Menanggapi masuknya puluhan ribu migran tersebut, Prancis mengumumkan bahwa mereka akan memperketat pemeriksaan di wilayah perbatasannya dengan Spanyol. Di sisi lain, Italia mengeluarkan seruan agar Spanyol ditangguhkan dari kawasan bebas perbatasan Schengen. Seruan dari Italia ini langsung memicu protes dari pemerintah Spanyol di Madrid. Sebagai bentuk keberatan, Madrid memanggil Duta Besar Italia dan menuding bahwa Roma memanfaatkan krisis migran ini untuk kepentingan politik.

Peristiwa lonjakan migran yang melintasi perbatasan Ceuta ini pernah terjadi pada tahun 2021. Pada saat itu, lebih dari 10.000 migran tercatat memasuki Ceuta dalam kurun waktu dua hari, setelah Maroko melonggarkan pengawasan perbatasan. Ketegangan pada tahun 2021 tersebut dipicu oleh keputusan Madrid yang menerima pemimpin Front Polisario untuk menjalani perawatan medis. Front Polisario merupakan kelompok yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan wilayah Sahara Barat dari Maroko.

Baca Juga

Kepala BGN Sudaryono Temukan Anomali Rekening SPPG, Dana Rp 311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

Kepala BGN Sudaryono Temukan Anomali Rekening SPPG, Dana Rp 311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

Ketegangan bilateral antara Spanyol dan Maroko terkait isu tersebut mereda pada tahun 2022. Hal ini terjadi setelah Spanyol mengubah kebijakan lamanya dengan mendukung rencana Maroko terkait Sahara Barat. Meskipun langkah ini berhasil memperbaiki hubungan antara Madrid dan Maroko, perubahan kebijakan Spanyol pada tahun 2022 itu merenggangkan hubungan diplomatik Madrid dengan Aljazair. Hal tersebut terjadi karena Aljazair merupakan negara yang selama ini memberikan dukungan kepada Front Polisario.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Spanyoluni eropaCeutaMarokoMigranPedro Sanchez

Berita Terbaru Lainnya

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta PemainMemahami Kecemasan Orang Tua terhadap Pergaulan Remaja dan Cara Tepat MengelolanyaKepala BGN Sudaryono Temukan Anomali Rekening SPPG, Dana Rp 311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas NegaraHotel di Jalan Letjen S. Parman Jakarta Barat Terbakar, Damkar Kerahkan 14 Unit Mobil PemadamDihantam Krisis Kepercayaan, Gianni Infantino Kehilangan Dukungan di FIFAHarga Pertamax Turun Menjadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026Peran Beras Bergizi Premium sebagai Penyangga Kebutuhan Program Makan Bergizi GratisPemerintah Kabupaten Bekasi Dorong Guru dan Orang Tua Edukasi Anak soal Bahaya Internet

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap