Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Pemerintah Lobi Amerika Serikat Kecualikan Minyak Sawit dari Tarif Impor Tambahan

Marthen PalutunganDiterbitkan 28 Jul 2026 - 07.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Lobi Amerika Serikat Kecualikan Minyak Sawit dari Tarif Impor Tambahan
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Amerika Serikat melalui Kantor Perwakilan Dagang atau United States Trade Representative (USTR) telah memberlakukan kebijakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap sejumlah barang asal Indonesia. Pengenaan bea masuk ini merupakan hasil langsung dari investigasi Section 301 yang dijalankan oleh pihak berwenang di Amerika Serikat. Penyelidikan tersebut secara khusus menyoroti dan mengevaluasi isu mengenai praktik kerja paksa yang terjadi di dalam rantai pasok global. Menghadapi situasi perdagangan ini, pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomasi guna melindungi komoditas ekspor

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
utamanya.

Fokus utama dari upaya diplomasi yang ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia adalah untuk membebaskan ekspor minyak sawit dari pengenaan bea masuk tambahan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa permohonan pengecualian tarif impor tambahan dari Amerika Serikat telah diajukan secara resmi oleh Jakarta. Langkah ini diambil di tengah proses finalisasi kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang lebih luas, menyusul investigasi terkait praktik ketenagakerjaan serta menyentuh aspek kapasitas industri.

Pernyataan resmi mengenai langkah permintaan pengecualian ini disampaikan langsung oleh Airlangga Hartarto pada Senin (27/7), bertempat di kantornya di Jakarta. Dalam penjelasannya, ia menegaskan posisi pemerintah terkait komoditas pertanian utama tersebut. "Kami meminta agar minyak sawit dikecualikan," kata Airlangga. Ia juga menambahkan bahwa setelah pengajuan permintaan resmi tersebut, Jakarta saat ini berada dalam posisi menunggu proses peninjauan bertahap yang tengah dilakukan oleh otoritas perdagangan Amerika Serikat.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Berdasarkan hasil investigasi Section 301, Indonesia masuk ke dalam kelompok 17 negara dan teritori yang dikenai tarif sebesar 10 persen. Kelompok ini juga mencakup negara-negara lain seperti India, Malaysia, Meksiko, dan Inggris. Angka 10 persen ini diberikan kepada negara-negara yang dinilai memiliki tingkat kepatuhan tertentu. Sementara itu, bagi negara-negara yang dinilai kurang patuh terhadap standar anti-kerja paksa, mereka akan menghadapi tarif yang lebih tinggi, yaitu sebesar 12,5 persen. Terkait hal ini, Airlangga menekankan bahwa dari 60 negara yang dievaluasi, temuan Amerika Serikat menunjukkan bahwa Indonesia dinilai relatif patuh dibandingkan dengan banyak negara lainnya.

Selain masalah ketenagakerjaan, Indonesia juga tengah berhadapan dengan penyelidikan terpisah yang dilakukan oleh USTR mengenai isu kelebihan kapasitas industri. Berbeda dengan investigasi kerja paksa yang telah berjalan, penyelidikan mengenai kelebihan kapasitas ini masih belum tuntas. Para pejabat Indonesia menyatakan bahwa mereka telah menyerahkan tanggapan lengkap atas pertanyaan-pertanyaan Washington. "Isu kelebihan kapasitas masih dalam penyelidikan, dan kami telah menjawab semua pertanyaan terkait hal itu," ujar Airlangga menjelaskan status terkini dari proses tersebut. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu keputusan dari pihak Amerika Serikat.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, turut memberikan keterangan terkait perkembangan situasi ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah mengharapkan pihak Amerika Serikat dapat segera mengumumkan hasil dari investigasi kelebihan kapasitas tersebut. Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia tetap berharap penentuan akhir dari rangkaian investigasi ini akan menghasilkan persyaratan perdagangan yang menguntungkan, terutama untuk ekspor pertanian utamanya.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika SerikateksporAirlangga HartartoMinyak Sawitbea masukustr

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap