Penerapan skema pembayaran reguler untuk layanan moda transportasi massal kembali berlaku bagi seluruh pengguna lintas raya terpadu di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Pada hari biasa, khususnya pada jam-jam sibuk atau peak hours, tarif maksimal LRT Jabodebek adalah sebesar Rp 20.000 per penumpang. Besaran tarif LRT Jabodebek tersebut dihitung dan ditentukan berdasarkan jumlah kilometer yang ditempuh oleh setiap penumpang dalam perjalanannya.
Ketentuan tarif normal tersebut kembali menjadi acuan setelah berakhirnya rangkaian program tarif promo yang diberlakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama masa libur Lebaran 2026. Sebelumnya, PT KAI (Persero) menetapkan promo tarif maksimal sebesar Rp 10.000 untuk seluruh rute LRT Jabodebek selama periode libur panjang yang berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Syarat Mendaftar Program Kartu Prakerja Skema Normal dan Rincian Manfaatnya

Selain promo tarif maksimal Rp 10.000, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga menerapkan tarif khusus sebesar Rp 1 untuk seluruh relasi dan lintas pelayanan LRT Jabodebek pada hari pertama dan kedua Lebaran 2026, yakni pada 21 dan 22 Maret 2026. Skema tarif spesial Rp 1 ini berlaku bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang juga diberlakukan pada moda transportasi umum lainnya seperti Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta. Untuk menyambut malam Idul Fitri 1447 H tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menghadirkan perayaan Jakarta Bedug Kolosal yang diramaikan dengan Pawai Obor Elektrik dan kendaraan hias dari Monas hingga Bundaran HI.
Selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, LRT Jabodebek tetap mengoperasikan sebanyak 270 perjalanan setiap hari. Untuk mengantisipasi peningkatan volume dan pergerakan penumpang, pihak KAI melakukan penyesuaian sistem ticketing secara menyeluruh, menerapkan pola operasi akhir pekan (weekend), serta mengoperasikan posko masa Lebaran. Di samping itu, pengaturan kepadatan penumpang atau crowd management juga dilaksanakan secara ketat di area peron, gate, dan sejumlah titik yang berpotensi mengalami lonjakan antrean.
Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Berjalan dengan Alokasi RAPBN 2027

Layanan LRT Jabodebek terus menyediakan kemudahan akses konektivitas antarmoda bagi para pelanggannya. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai titik tujuan melalui integrasi dengan KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, Transjakarta, hingga akses menuju Terminal Kampung Rambutan. Pasca-selesainya periode promo libur Lebaran, masyarakat kini dapat kembali memanfaatkan seluruh lintas pelayanan operasional harian dengan skema tarif normal berbasis jarak tempuh.






